BEI Targetkan Indonesia Masuk Sepuluh Besar Bursa Dunia Pada 2030

Jumat, 02 Januari 2026 | 11:37:14 WIB
BEI Targetkan Indonesia Masuk Sepuluh Besar Bursa Dunia Pada 2030

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target ambisius untuk menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar bursa efek dunia pada 2030. 

Target ini mencakup peningkatan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Tanah Air di kancah global.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan hal tersebut saat membuka perdagangan bursa tahun 2026 pada Jumat, 2 Januari 2026. Dalam sambutannya, Iman menekankan pentingnya strategi jangka menengah melalui Master Plan BEI 2026–2030, yang dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar modal secara berkelanjutan.

“Kami telah menyiapkan arah pengembangan Bursa Efek Indonesia untuk lima tahun berikutnya agar momentum pertumbuhan pasar modal terus terjaga,” ujar Iman.

Melalui master plan ini, BEI menargetkan pembangunan pasar modal yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Strategi tersebut diharapkan membawa Indonesia masuk ke jajaran top 10 bursa dunia sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.

“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” tegas Iman.

Target Pertumbuhan 2026

Untuk mendukung visi jangka panjang ini, BEI telah menetapkan asumsi dan target pertumbuhan pasar modal tahun 2026 berdasarkan kondisi ekonomi domestik maupun global. BEI menargetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp 15 triliun pada tahun ini.

Selain itu, BEI menargetkan sebanyak 555 pencatatan efek, termasuk 50 saham baru yang diharapkan dapat memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas. Langkah ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan pasar modal tidak hanya dari sisi ukuran tetapi juga kualitas transaksi.

BEI juga fokus memperluas basis investor domestik melalui pemanfaatan berbagai kanal distribusi informasi dan edukasi. Tahun ini, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru di pasar modal Indonesia. “Kami percaya, untuk mewujudkan visi ini dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” kata Iman. Ia menambahkan bahwa dukungan emiten, anggota bursa, dan seluruh stakeholder sangat penting agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat berjalan efektif.

IHSG Awal Tahun 2026

Perdagangan perdana IHSG di tahun 2026 dibuka dengan tren positif. Indeks menguat 28,49 poin atau 0,33 persen ke level 8.675,43. Pada pembukaan, IHSG berada di level 8.676,74 dan bergerak dalam rentang 8.664,98 hingga 8.697,60.

Penguatan indeks didorong oleh mayoritas saham yang berada di zona hijau, dengan 339 saham naik, 200 saham turun, dan 171 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 4,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,47 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 344.546 kali. Kapitalisasi pasar saat pembukaan tercatat Rp 15.939,05 triliun.

Data tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia masih menunjukkan resiliensi tinggi meskipun menghadapi tantangan global. BEI optimistis strategi dan target jangka menengah akan meningkatkan daya tarik pasar modal domestik, baik bagi investor dalam negeri maupun internasional.

Langkah Strategis BEI

Dalam master plan 2026–2030, BEI menekankan beberapa langkah strategis:

Inovasi produk dan layanan untuk menarik lebih banyak investor, termasuk pengembangan instrumen keuangan baru.

Transparansi dan tata kelola yang lebih baik agar pasar modal semakin dipercaya oleh investor.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk edukasi investor baru melalui kampanye digital dan pelatihan.

Kolaborasi global dengan bursa internasional untuk meningkatkan likuiditas dan integrasi pasar.

Dengan strategi tersebut, BEI berharap pertumbuhan pasar modal tidak hanya dari sisi jumlah emiten atau kapitalisasi pasar, tetapi juga kualitas transaksi, daya saing global, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Optimisme BEI

“Target masuk top 10 bursa dunia adalah visi besar yang kami yakini dapat dicapai dengan kerja sama semua pihak. Kami optimistis Indonesia tidak hanya akan tumbuh dari sisi ukuran tetapi juga kualitas pasar modal,” jelas Iman.

Visi jangka menengah ini sekaligus menjadi tolok ukur kinerja BEI dalam lima tahun ke depan, mengingat pasar modal Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah investor, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi instrumen keuangan.

Terkini