Teh Alami

10 Rekomendasi Teh Alami untuk Meredakan Anxiety dan Stres

10 Rekomendasi Teh Alami untuk Meredakan Anxiety dan Stres
10 Rekomendasi Teh Alami untuk Meredakan Anxiety dan Stres

JAKARTA - Dalam kehidupan modern yang serba cepat, tekanan mental kerap datang tanpa disadari. 

Tuntutan pekerjaan, masalah pribadi, hingga paparan informasi berlebihan dapat memicu anxiety dan stres berkepanjangan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa berdampak pada kualitas tidur, emosi, konsentrasi, bahkan kesehatan fisik secara keseluruhan.

Selain menerapkan gaya hidup seimbang dan menjaga waktu istirahat, banyak orang mulai mencari cara alami untuk membantu menenangkan pikiran. Salah satu metode sederhana yang mudah dilakukan adalah memilih minuman dengan efek relaksasi, seperti teh.

Beberapa jenis teh diketahui mengandung senyawa alami yang dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks, menurunkan ketegangan, serta mendukung kesehatan mental. Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini sejumlah rekomendasi teh terbaik yang dapat membantu meredakan anxiety dan stres.

1. Teh Lavender

Lavender telah lama dikenal memiliki efek menenangkan bagi tubuh dan pikiran. Tinjauan ilmiah yang menganalisis berbagai penelitian berkualitas tinggi menunjukkan bahwa penggunaan lavender, baik melalui aromaterapi, teh, pijat, maupun metode lain, efektif membantu menurunkan anxiety, depresi, dan tekanan darah.

Dalam sebuah studi pada orang dewasa lanjut usia, peserta yang mengonsumsi teh lavender dua kali sehari selama dua minggu mengalami penurunan tingkat anxiety dan depresi yang signifikan dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.

2. Teh Chamomile

Teh chamomile sering dikaitkan dengan efek relaksasi. Manfaat ini diduga berasal dari kandungan flavonoid bernama apigenin, yang bekerja dengan berikatan pada reseptor tertentu di otak sehingga menciptakan rasa tenang.

Sebuah penelitian pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi menunjukkan bahwa minum teh chamomile sekali sehari selama dua minggu dapat membantu mengurangi gejala depresi. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perubahan signifikan pada tingkat anxiety, sehingga manfaat chamomile terhadap anxiety masih memerlukan kajian lebih lanjut.

3. Teh Hijau

Penelitian skala kecil menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengonsumsi teh hijau rendah kafein memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo. Temuan serupa juga terlihat pada studi terhadap orang paruh baya, di mana konsumsi teh hijau rendah kafein dikaitkan dengan penurunan stres dan perbaikan kualitas tidur.

Efek ini diyakini berasal dari kandungan L-theanine, asam amino dalam teh hijau yang dikenal mampu membantu meredakan stres dan anxiety tanpa menyebabkan kantuk berlebihan.

4. Teh Matcha

Matcha merupakan bentuk khusus dari teh hijau yang diolah dan diseduh dengan cara berbeda. Proses ini membuat matcha mengandung kadar theanine dan arginine yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.

Kombinasi kedua senyawa tersebut dipercaya mampu membantu menenangkan pikiran serta mengurangi stres. Oleh karena itu, matcha sering dianggap memiliki efek relaksasi yang lebih kuat dibandingkan teh hijau konvensional.

5. Teh Ashwagandha

Ashwagandha dikenal sebagai tanaman adaptogen yang kerap digunakan untuk membantu tubuh beradaptasi terhadap stres. Teh ashwagandha diduga memiliki efek serupa dengan suplemen ashwagandha dalam meredakan stres dan anxiety.

Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa suplemen ashwagandha efektif menurunkan stres dan anxiety. Namun, kandungan ashwagandha dalam teh umumnya lebih rendah, sehingga efeknya kemungkinan tidak sekuat suplemen dalam bentuk kapsul.

6. Teh Passionflower

Passionflower merupakan tanaman berbunga yang telah lama digunakan sebagai obat penenang alami oleh penduduk asli Amerika. Beberapa sumber menyebutkan bahwa efeknya sebanding dengan obat anti-anxiety tertentu.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah teh passionflower memberikan efek yang sama kuatnya dengan suplemen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, sementara bukti ilmiah untuk mengatasi anxiety masih terbatas.

7. Teh Cannabidiol

Cannabidiol atau CBD berasal dari tanaman rami dan berbeda dengan ganja karena kandungan THC-nya sangat rendah, sehingga tidak menimbulkan efek memabukkan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minyak CBD dapat membantu menurunkan tingkat anxiety secara signifikan. Namun, penelitian mengenai teh CBD masih terbatas, dan kadar CBD dalam teh dapat sangat bervariasi tergantung bahan serta metode penyeduhan.

8. Teh Valerian

Teh valerian dibuat dari akar valerian, tanaman yang telah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi kuno sebagai obat tradisional. Beberapa bukti menunjukkan bahwa valerian dapat membantu mengatasi anxiety dan gangguan tidur.

Sebuah penelitian pada pasien hemodialisis menemukan bahwa konsumsi kapsul valerian mampu memperbaiki anxiety, depresi, dan kualitas tidur. Namun, penelitian khusus mengenai teh valerian masih sangat terbatas.

9. Teh Kava

Kava atau kava kava merupakan tanaman dari keluarga lada yang digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu meredakan anxiety dalam jangka pendek.

Meski memiliki potensi manfaat, konsumsi kava tidak dianjurkan dalam jangka panjang karena berisiko menyebabkan gangguan hati. Oleh karena itu, teh kava sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan tidak dijadikan pengganti pengobatan medis.

10. Teh Peppermint

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aroma peppermint, terutama dalam bentuk minyak esensial, dapat membantu menurunkan tingkat anxiety dan stres.

Berdasarkan temuan tersebut, minum teh peppermint yang mengeluarkan aroma segar diduga juga dapat memberikan efek menenangkan, meskipun penelitian khusus mengenai teh peppermint dan anxiety masih terbatas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index