BUMN

Saham BUMN Pertambangan Tembus Kinerja Impresif Menutup Tahun 2025 Secara Positif

Saham BUMN Pertambangan Tembus Kinerja Impresif Menutup Tahun 2025 Secara Positif
Saham BUMN Pertambangan Tembus Kinerja Impresif Menutup Tahun 2025 Secara Positif

JAKARTA - Tahun 2025 ditutup dengan catatan gemilang bagi sektor pertambangan BUMN yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID). Sejumlah emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga saham signifikan di tengah dinamika pasar global yang penuh volatilitas.

Kinerja positif ini menunjukkan bahwa integrasi strategis dan program hilirisasi MIND ID membuahkan hasil nyata. Investor domestik dan asing pun mencatat pergerakan saham yang cenderung stabil dan menguntungkan.

Saham TINS Memimpin Tren Kenaikan Tahun Ini

PT Timah Tbk. (TINS) menjadi emiten dengan pertumbuhan saham tertinggi di lingkungan MIND ID. Penutupan perdagangan pada Selasa, 30 Desember 2025, mencatat kenaikan YtD sebesar 190,65 persen ke level Rp 3.110 per saham.

Kenaikan ini menegaskan kekuatan perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar logam domestik dan global. Saham TINS kini menjadi sorotan investor karena tren teknikal yang positif dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Kinerja TINS diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang membukukan kenaikan 106,56 persen YtD ke posisi Rp 3.150 per saham. Prospek logam mulia domestik dan ekspansi operasional perseroan menjadi faktor utama yang mendorong sentimen positif ini.

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan kenaikan 42,96 persen YtD ke level Rp 5.175 per saham. Hal ini menunjukkan ketahanan perusahaan menghadapi volatilitas pasar global yang cukup tinggi sepanjang tahun.

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menutup perdagangan akhir tahun di level Rp 2.310 per saham. Meski kenaikannya relatif moderat dibanding TINS dan ANTM, saham PTBA tetap menunjukkan performa stabil dan menarik bagi investor jangka menengah.

Faktor Pendorong Optimisme Pasar

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai tren positif saham BUMN nonperbankan menjadi penopang penting pasar di luar dominasi sektor perbankan. Emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang kuat, termasuk TINS, ANTM, TLKM, dan PGEO.

Selain faktor teknikal, kepemimpinan dan aksi korporasi menjadi katalis penting. Perombakan jajaran komisaris dan direksi dianggap memberi sinyal penguatan disiplin belanja modal dan efisiensi operasional yang positif bagi investor.

Kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta wacana restrukturisasi BUMN menjadi katalis baru. Investor memandang langkah ini sebagai peluang untuk peningkatan kinerja emiten dan pengelolaan aset strategis yang lebih efisien.

“Jika dinamika Danantara berjalan konsisten, peluang perbaikan kinerja emiten BUMN dan indeks terkait akan terbuka menuju 2026,” ujar Nafan. Sentimen positif ini menjadi salah satu alasan kepercayaan pasar tetap tinggi menjelang tahun baru.

Prospek Sektor Pertambangan Tahun 2026

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menambahkan bahwa sektor pertambangan BUMN masih menyimpan sentimen positif ke depan. Faktor utama antara lain biaya dana yang lebih kompetitif dan valuasi saham yang saat ini masuk kategori value stocks.

Sektor komoditas strategis dan energi diprediksi masih akan mendominasi pasar modal pada 2026. Saham ANTM diproyeksikan menjadi salah satu unggulan, seiring dengan pertumbuhan permintaan logam domestik dan ekspansi bisnis hilirisasi yang terus berjalan.

Sentimen positif ini juga didorong oleh strategi diversifikasi produk dan penguatan operasional di seluruh lini bisnis MIND ID. Investor menilai langkah ini mampu memberikan perlindungan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Selain itu, aksi korporasi dan inisiatif transformasi digital di sejumlah emiten BUMN memberikan daya tarik tambahan bagi investor. Transformasi ini mencakup efisiensi operasional, penguatan tata kelola, dan peningkatan transparansi keuangan.

Kinerja saham BUMN pertambangan yang impresif menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas indeks di Bursa Efek Indonesia. Tren positif ini memberikan optimisme bagi investor retail maupun institusi menghadapi tahun perdagangan 2026.

Dengan integrasi strategis, program hilirisasi, dan penguatan manajemen, MIND ID berhasil menunjukkan bahwa sektor pertambangan BUMN mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi pasar global yang menantang. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa strategi jangka panjang berbuah manis.

Investor juga diuntungkan dengan kenaikan likuiditas saham serta peningkatan volume perdagangan sepanjang tahun. Hal ini memperlihatkan minat yang kuat dari pelaku pasar untuk menempatkan modal di emiten pertambangan BUMN.

Kinerja saham yang stabil dan positif menegaskan potensi sektor pertambangan sebagai salah satu andalan pasar modal nasional. Para analis menilai tren ini bisa berlanjut jika fundamental perusahaan terus diperkuat dan proyek hilirisasi berjalan lancar.

Selain aspek teknikal, keberhasilan MIND ID juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang relatif stabil pada beberapa komoditas utama. Hal ini mendukung pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas emiten sepanjang 2025.

Dengan kombinasi penguatan internal, manajemen yang proaktif, dan sentimen pasar yang positif, saham BUMN pertambangan siap menjadi penggerak indeks utama BEI pada 2026. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas namun optimis terhadap prospek jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index