Honda

Honda Rencanakan Penguatan Elektrifikasi Produk Otomotif pada 2026

Honda Rencanakan Penguatan Elektrifikasi Produk Otomotif pada 2026
Honda Rencanakan Penguatan Elektrifikasi Produk Otomotif pada 2026

JAKARTA - Produsen mobil asal Jepang, PT Honda Prospect Motor (HPM), berencana memperkuat lini produk elektrifikasinya pada tahun 2026 sebagai salah satu strategi untuk mengatasi tantangan yang ada di industri otomotif.

Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, menjelaskan bahwa pelaku industri otomotif menghadapi sederet tantangan sepanjang tahun 2025. Beberapa tantangan tersebut termasuk melemahnya daya beli masyarakat, kebijakan pembiayaan yang semakin ketat, serta ketidakpastian kondisi ekonomi global dan domestik.

Tantangan Pasar Otomotif Indonesia di 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar otomotif Indonesia. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan signifikan. 

Selama periode Januari hingga November 2025, volume penjualan mobil wholesales (dari pabrik ke dealer) tercatat terkontraksi sebesar 9,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 710.084 unit, dari 785.917 unit pada periode yang sama di 2024. Selain itu, Gaikindo juga merevisi target penjualan mobil baru untuk tahun 2025, menurunkannya dari proyeksi awal sebesar 850.000 hingga 900.000 unit menjadi 780.000 unit.

Penurunan juga terjadi pada penjualan mobil secara ritel (dari dealer ke konsumen), yang merosot 8,4% year-on-year (YoY), mencatatkan angka 739.977 unit, dibandingkan dengan 807.586 unit pada 2024. Tentu saja, situasi ini memberikan tekanan pada para produsen mobil, termasuk Honda, untuk dapat beradaptasi dengan kondisi pasar yang menantang.

Pengembangan Kendaraan Elektrifikasi oleh Honda

Di tengah ketidakpastian tersebut, Honda mengarahkan strategi bisnisnya untuk memperkuat portofolio produk elektrifikasinya. Model-model elektrifikasi Honda, khususnya kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) seperti Honda Step WGN Hybrid, HR-V Hybrid, Civic RS Hybrid, CR-V Hybrid, dan Accord Hybrid, menjadi andalan dalam menghadapi tren pasar yang semakin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Tak hanya itu, Honda juga menghadirkan model mobil listrik berbasis baterai (BEV) pertama mereka, yaitu Honda E:N1.

Honda memandang elektrifikasi sebagai strategi jangka panjang untuk menghadapi tantangan yang ada, sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap masalah lingkungan dan keberlanjutan. 

Yusak Billy menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan elektrifikasi secara bertahap, memperkenalkan lebih banyak model mobil dengan teknologi ramah lingkungan pada 2026.

Daya Saing Honda di Pasar Otomotif Indonesia

Honda Indonesia tetap menunjukkan daya saing yang cukup kuat meskipun kondisi pasar otomotif domestik melambat. Pada tahun 2025, Honda mencatatkan penjualan ritel sebanyak 64.225 unit, dengan pangsa pasar sebesar 8,7%.

 Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, beberapa model Honda masih menunjukkan performa yang baik di pasar, seperti Honda Brio yang terjual lebih dari 35.000 unit, Honda HR-V yang mencatatkan lebih dari 12.000 unit, dan Honda WR-V dengan lebih dari 7.000 unit terjual.

Ke depannya, Honda berencana untuk mengandalkan model-model elektrifikasi dan memperkuat posisinya di pasar mobil ramah lingkungan sebagai kunci untuk mempertahankan pangsa pasar yang stabil.

Prospek Ekonomi dan Strategi Honda di 2026

Untuk tahun 2026, Honda memperkirakan pasar otomotif akan dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, antara lain stabilitas ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, dan kemudahan akses pembiayaan bagi konsumen. Faktor-faktor ini dipandang sebagai elemen krusial yang dapat mempengaruhi penjualan mobil secara signifikan.

Honda menyadari bahwa dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam membuat keputusan pembelian. Oleh karena itu, Honda akan berfokus pada penyediaan pengalaman menyeluruh bagi pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Elektrifikasi Sebagai Kunci Menghadapi Tantangan Pasar

Honda berkomitmen untuk terus berinovasi dengan menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang aman, andal, dan ramah lingkungan. Dengan menghadirkan lebih banyak model HEV dan BEV, Honda berharap dapat menarik konsumen yang semakin peduli dengan keberlanjutan dan efisiensi bahan bakar. Perusahaan juga menyadari bahwa pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pengisian daya kendaraan listrik, akan menjadi bagian penting dari keberhasilan produk elektrifikasi mereka di pasar.

Elektrifikasi juga menjadi jawaban untuk tantangan regulasi yang semakin ketat terhadap emisi kendaraan bermotor. Dengan mengikuti perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah yang semakin berpihak pada kendaraan ramah lingkungan, Honda berharap dapat mempertahankan relevansi dan daya saingnya di pasar Indonesia.

Penguatan Infrastruktur untuk Kendaraan Elektrifikasi

Selain menghadirkan produk-produk elektrifikasi yang semakin beragam, Honda juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian daya kendaraan listrik, dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan pasar. Honda memandang pengembangan infrastruktur sebagai salah satu elemen kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Honda diperkirakan akan melakukan kolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah dan penyedia layanan infrastruktur untuk memastikan bahwa kendaraan listrik dapat diakses dengan mudah oleh konsumen. Ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa kendaraan listrik menjadi pilihan yang layak dan praktis bagi masyarakat.

Dengan strategi yang terfokus pada elektrifikasi dan inovasi, Honda berupaya mempertahankan posisi dominannya di pasar otomotif Indonesia, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam transformasi menuju ekonomi rendah karbon.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index