JAKARTA - Bandung tidak pernah kehabisan cerita soal kuliner.
Selain dikenal sebagai kota kreatif dan destinasi wisata favorit, Kota Kembang juga memiliki ragam makanan yang lekat dengan keseharian warganya. Salah satu hidangan yang selalu dicari, dari pagi hingga malam hari, adalah bubur ayam.
Bubur ayam di Bandung memiliki karakter yang berbeda dibanding daerah lain. Teksturnya cenderung kental, padat, dan umumnya disajikan tanpa kuah kuning, namun tetap kaya rasa karena kaldu ayam yang kuat. Paduan topping melimpah membuat bubur ayam Bandung menjadi comfort food lintas generasi.
Popularitas bubur ayam ini tidak lepas dari keberadaan banyak penjual legendaris yang konsisten menjaga rasa. Dari yang sudah berjualan puluhan tahun hingga yang buka 24 jam, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang khas dan sulit dilupakan.
Berikut rangkuman rekomendasi tempat makan bubur ayam di Bandung yang terkenal enak dan wajib dicoba, dirangkum dari berbagai sumber, dengan sudut pandang berbeda namun tetap mengacu pada informasi aslinya.
Bubur ayam legendaris dengan tekstur super kental
Nama Bubur Ayam Mang H. Oyo dan Bubur Ayam H. Amid selalu muncul dalam daftar bubur ayam legendaris Bandung. Keduanya dikenal dengan tekstur bubur yang sangat kental hingga disebut tidak mudah tumpah saat mangkuk dibalik.
Bubur Ayam Mang H. Oyo yang berdiri sejak 1976 menyajikan bubur dengan rasa gurih pekat dan topping lengkap. Suwiran ayam, cakwe, ati ampela, hingga emping menjadi ciri khas yang membuatnya selalu ramai pengunjung.
Sementara itu, Bubur Ayam H. Amid menawarkan sensasi unik melalui pilihan topping telur ayam mentah atau setengah matang. Rasa buburnya seimbang, gurih, dan cocok dinikmati kapan saja karena jam bukanya yang panjang.
Pilihan bubur ayam dengan topping ayam melimpah
Bagi penikmat bubur dengan isian ayam berlimpah, Bubur Ayam Gibbas dan Bubur Ayam Pak Sopian patut masuk daftar. Kedua tempat ini terkenal karena porsi ayam suwir yang sangat royal.
Bubur Ayam Gibbas kerap dijuluki “ayam dibuburin” karena buburnya nyaris tertutup suwiran ayam. Rasanya gurih kuat dan mengenyangkan, cocok bagi yang ingin sarapan berat atau makan malam padat.
Bubur Ayam Pak Sopian, meski hanya berkonsep tenda sederhana, justru dikenal dengan topping ayam halus yang melimpah. Tekstur buburnya lembut, dengan tambahan kacang kedelai goreng dan cakwe yang memperkaya rasa.
Bubur ayam favorit untuk santap malam hari
Tidak semua bubur ayam hanya bisa dinikmati pagi hari. Di Bandung, beberapa penjual justru menjadi primadona saat malam tiba. Bubur Ayam Pak Otong dan Bubur Ayam 66 H. Abah adalah contohnya.
Bubur Ayam Pak Otong telah eksis lebih dari 70 tahun dan tetap setia melayani pembeli hingga tengah malam. Rasanya gurih asin dengan topping ayam besar-besar membuat banyak pelanggan rela antre.
Bubur Ayam 66 H. Abah menawarkan pengalaman berbeda lewat topping unik seperti telur muda dan ceker ayam. Porsinya mengenyangkan, rasanya kompleks, dan jam operasionalnya yang panjang menjadikannya favorit hingga dini hari.
Bubur ayam khas Bandung tanpa kuah kuning
Ciri khas bubur ayam Bandung juga terlihat dari penyajian tanpa kuah kuning, digantikan kecap asin dan taburan merica. Bubur Ayam Kang Dedi dan Bubur Ayam Alkateri menjadi contoh kuat gaya ini.
Bubur Ayam Kang Dedi mempertahankan cita rasa sederhana namun khas, dengan perpaduan kecap asin dan merica yang dominan. Topping kulit ayam dan cakwe besar menjadi pelengkap yang menggugah selera.
Bubur Ayam Alkateri yang mangkal di kawasan Braga menjadi andalan sarapan pagi. Buburnya pekat, gurih, dan disajikan dengan sambal merah pedas yang menambah sensasi hangat di pagi hari.
Bubur ayam pagi hari dengan porsi mengenyangkan
Untuk pencinta sarapan pagi, Bubur Ayam Bejo dan Bubur Ayam Palaguna menawarkan kelezatan sejak subuh. Keduanya dikenal dengan porsi besar dan isian topping yang beragam.
Bubur Ayam Bejo populer karena dikenal buka 24 jam, meski jam operasionalnya bisa berubah. Rasanya gurih seimbang, dengan pilihan topping jeroan dan sambal pedas yang bisa disesuaikan selera.
Bubur Ayam Palaguna yang berada dekat Alun-Alun Bandung justru hanya buka singkat di pagi hari. Porsinya melimpah dengan isian ayam, kulit ayam, kacang kedelai goreng, dan daun bawang yang memenuhi mangkuk.
Tips memilih bubur ayam favorit di Bandung
Memilih bubur ayam di Bandung sebaiknya disesuaikan dengan waktu kunjungan. Ada penjual yang fokus melayani sarapan, sementara lainnya justru ramai saat malam hari.
Perhatikan juga preferensi tekstur bubur dan topping. Bubur Bandung umumnya kental dan kaya isian, namun setiap tempat memiliki karakter rasa yang berbeda.
Lokasi dan akses parkir juga penting, terutama untuk penjual legendaris di kawasan ramai. Mengecek ulasan pengunjung bisa membantu menentukan pilihan terbaik.
Dengan ragam pilihan yang tersedia, bubur ayam Bandung menawarkan pengalaman kuliner yang kaya rasa dan cerita. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri yang layak dicoba, menjadikan bubur ayam bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kuliner Kota Kembang.